Senin, 22 Desember 2014


Hanya untuk Skripsweet !!!
Alin Rosyidah*

Ketemu sama komunitas K-Pop yang bernama CNH, itulah sasaran aku sama ema temenku, sebenarnya itu shi penelitiannya ema, tapi aku disuruh nemenin. Kita brangkat abis zduhur janjiannya, hati uda was-was langit tampak gelap, gumpalan-gumpalan awan mulai bersua, alamat hujan akan segerah turun, rintik-rintik hujan mulai terdengar dari atap rumah, aku menyingkap korden di jendelah kamar tetesan-tesan air mulai berjatuhan, hujan turun anak-anak yang mempunyai jemuran pada teriak-teriak dan berlarian mengambil jemurannya, hpku berbunyi sms dari Ema, “lin kayaknya allah tidak mengizinkan aku berangkat sekarang hujan ni”, aku hanya senyum sambil mematikan layar handphon sengaja tidak aku balas memang. Hujan mulai agak redah, antara berangkat dan tidak, akhirnyapun aku berangkat, dengan bekal, uang, air minum dan camera digital. aku sama ema berangkat.
            Angkot yang kami tumpangi segerah melajuh cepat ke pelabuhan, dan langsung beli tiket untuk naik kapal, kita shi agak-agak tidak enak hati, dan resah, dalam fikiranku hemm,,,, semoga baik-baik saja, positif tinking alin!!!.  Aku dan ema berlarian menujuh kapal, kapalnya hapir mau penuh dan akan segerah berangkat. Kita sempat berhayal-hayal ketika sampek di sana, pasti seruh, dan penasaran sama anak-anak k-pop CNH, itung-itung untuk menghilangkan resa dalam hati kita, karena kita sama-sama tidak tau jalan, dan kita saling sepakat kalo ketika tersesat kita akan nanya-nanya orang-orang di sekitar kita, kapal uda mau yandar, saatnya bergegas segerah turun, kita enjoy-enjoy aja berjalan menuju tempat pemberhentian angkot-angkot, termasuk bus.
Aku inget kata pamanku kalau kita tidak tahu jalan, kalau nanya orang jangan sembarangan, harus nanya polisi, kalau tidak ada polisi, kondektur pokoknya orang-orang yang pakai seragam. Akupun sama Ema menghampiri dua bapak-bapak yang sedang teriak, teriak, JMP-JMP!!!!!, lalu aku dan Ema sama-sama nanya, “pak kalau ke Sidoarjo naik apa?” “naik bus ini dek nanti turun JMP lalu naik bus lagi jurusan Sidojarjo,” sambil tersenyum bapaknya mempersilakan, lalu kitapun naik, aku melihat wajah Ema kayaknya dia resah, untuk mencairkan suasana tak ajak ngobrol-ngobrol dan mencoba membahas apa yang kita lakukan, ketika sampek di sana. Kita uda sampai, dan kondektur uda teriak-teriak, "JMP-JMP!!!!! ayo dek uda sampai” kitapun turun, waaaa....., jalanan tampak ramai, mobil, sepeda motor berlalu lalang, Ema nggak berani nyebrang, “lin bentar kita nungguh sepi” sambil menarik-narik tanganku, “iya” “ayo mumpung lampu merah”, dan kondektur bus sedang memperhatikan kita yang tidak berani nyebrang sambil bilang. “dek mau ke mana dek?” “mau ke sidoarjo" kataku. aku melangkakan kaki tapi Ema menarikku
“bentar lin kita mau di jemput” aku urung melangkakan kaki, akhirnyapun aku dan Ema dijemput pak kondektur
“ayo dek naik, nanti tak bawah pulang buat malam mingguan” aku nyenggir dan segerah masuk.bangku-bangku bus masih pada kosong, dan kita segerah duduk di bangku isi tiga, aku cemas
“kita nanti turun mana ma?”
“nggak tau”
“kenapa kita tadi nggak nanya bapaknya diluar”
“ayo nanya”
 “tapi masak keluar lagi”
“yowes nanti aja pas bapaknya mintak ongkos”, bus masih belum segerah berangkat, kayaknya nungguh penumpang penuh, lalu lama-lama penumpang berdatangan, waaa,,,,, udah penuh ni busnya yee,,,, akan segera berangkat , yang awalnya kita berdua disampingku ada bapak-bapak hemmm,,,,, bapaknya lumayan gedeh badanya sampek badanku mendesak tubuhnya Ema ke kaca jendelah, bus berjalan tapi entah kenapa jalannya pelan sekali kayak sepeda motor kecepatan 10, dan dikit-dikit berhenti, hemmm,,,,,,, perasaanku kok enggak enak ya, suaranya busnya aneh, kayak suara diesel rusak, tapi aku berusaha positiftinkig,
“ma ayo coba tanya ke bapak ini”
“ya lin ayo”
Lalu kita saling tanya ke bapak tersebut
“ paka bus ini kira-kira berhenti ke alun-alun SDA g?”
 “emang, mbaknya mau ke mana?”
“ke alun-alun pak” lalu dari belakang ibuk-ibuk nyahut pembicaraan kita
“nanti mbknya turun ke ramayana”
“oh ya buk makasih”, aku masih tidak enak hati aku masih ribut,
“ma ramayana di sidiarjo ada berapa?”
“enggak tau lin” lalu aku cobak nanya-nanya ke bapaknya lagi,
“pak ramayana ada berapa di sidoarjo”
“Mbknya mau ke alun-alun kan @#,,,$%^&*@#$”
“iya pak makasih” lalu aku bisik-bisik
“kita nanti nayak lagi ke bapaknya pas mintak ongkos”
 “iya”
Dan tidak lama kemudian pak kondektur mintak ongkos, “turun mana mbk?” “ramayana pak, pasar larangan” iya akhirnya kita agak legah sedikit, bus masih seperti tadi jalannya pelan-pelan dan muatannya mulai bertambah, sempat aku melihat ada bule sama istrinya yang ikut berdesak-desakan sama penumpang lain, keseimbangan bus mulai tidak karuan, bunyinya menderuh seperti memaki-maki karena keberatan penumpang, aku dan Ema mulai tidak nyaman bau asap, bau keringat bau parfum campur aduk jadi satu, kepalaku mulai pusing dan perut mulai mual-mual. Masih saja penumpang mulai bertambah, hingga jalanya bus terduyun-duyun karena kebanyakan muatan, sontak bus tiba-tiba berhenti seketika, busnya mogok, hujan turun.
Aku masih duduk dan melongok ke samping  jendela, air hujan tampak membasahi jalanan, lalu penumpang depan pada teriak, turun,,, bus kebakarang asap mengepul dari mesim Bus, aku dan Ema panik, pikiranku sudah aneh-aneh, penumpang berlarian turun saling berdesak-desakan, aku pingin nangis, bapak-bapak yang di sampingku tadi nggak bisa keluar sempit dengan postur tubuh yang gedeh aku dan ema meronta-ronta “pak mau keluar pak, cepetan” penumpang yang depan semakin berteriak, aku semakin takut, Ema syok, sampek dadanya sakit dia memegang tanganku erat-erat, aku dan Ema tetap mendesak bapaknya untuk bisa keluar akhirnya, kita berdua keluar.
Bus mogok tepat di jalan tol yang jauh dari rumah-rumah dan samping-samping jalan tampak pohon-pohon dan semak belukar yang lebat, aku dan Ema takut.
“lin gimana kita?”
 “enggak tau ma”
 “dadaku sakit lin”
 “gak papa ma” aku mencoba menenagkan Ema, para penumpang lain sudah, ngomel-ngomel dan sebagian lain mencoba cari pertolongan, lalu berhentilah sebuah mobil TNI, para penumpang berlarian menujuh mobil TNI tersebut, semuah penumpang berdesak-desakan “yang cewek dan anak-anak dulu” teraikan para ibuk-ibuk, lalu aku dan Ema berhasil naik ke mobil TNI dengan di tarik ema sambil desak-desakan dan tersangkut tas orang.
Aku dan Ema tidak dapat tempat duduk akhirnya berdiri, tepat dibelakangnya kepala mobil sambil pegangan, besi-besi yang berkarat menempel di sekitar mobil, sambil terombang ambing menjaga keseimbangan, aku dan Ema saling berpegangan, kita hampir jatuh tiap kali mobil mendadak ngerem. “ini semua demi skripsi, hujan-hujan lari-larian, semuah hanya untuk skripsi aku yakin akan menuwai dari semua ini, Allah maha adil dari apa yang kita lakukan, Allah melihat proses bukan hasil”.
Perjalanan nampaknya sangat jauh, dalam hati meleguh, kapan sampeknya, yang aku lihat hanya pohon-pohon dari jendela mobil yang separuh ditutupin kain tebal untuk melindungi dari hujan dan panas. Setelah lama menungguh akhirnya sampai juga, aku dan Ema sempat bingung, kita turun apa tidak, nanya orang-orang disekitar jawabannya beda-beda ada yang turun sini ada yang turun situ. Dan kitpun turun di ramayana.
Aku dan ema masih nanya-nanya kepada orang-orang disekitar, kita naik oplet warna kuning dan turun di pasar larangan, setelah itu kita naik becak, betapa kasihannya tukang becak itu, terlihat sangat tua agak sedikit tidak tega jika aku dan ema naik, secara ema dan aku berbadan besar, akhirnya kita turun di masjid agung sidoarjo. Mata kita disambut oleh megahnya bangunan masjid dengan halaman luas, hijau rerumputan dan pohon-pohon menghiasi halaman masjid, sejuk dan indah. Kita melihat segerombolan cewek-cewek, yang lagi ngobrol, aku curiga mereka komunitas k pop, “ma jangan-jangan mereka CNH” “ema hanya senyum”. “Alhamdulillah kita menunaikan sholat asyar, ma’afkan kita ya Allah kita agak telat sholat gara-gara bus mogok”, selesai sholad asyar kita langsung menungguh magrib sekalian, lantunan ayat-ayat al-qur’an begitu indah. Sejuk rasanya diruar-ruar persendian selama berjam-jam berdiri di mobil. Hujan nampaknya turun lagi tambah deras, lalu aku dan ema  mencoba mengubungi co CNH kita harus kemana sedangkan hujan semakin deras, kami menungguh di serambih depan masjid, sambil menyaksikan orang-orang berlalu lalang keluar masuk masjid.
Akhirnyapun kita menuju alun-alun SDA, tepatnya di pendopoh, aku dan ema agak grogi, ketemu sama komunitas tersebut, aku lihat di pelataran pendopoh nampak bergerombol-gerombol, banyak komunitas yang sedang berkumpul, lalu aku sama Ema akhirnya hanya duduk di tangga-tangga.
Tiba-tiba ada yang menghampiri kita, dengan suara tegas “ini mbk ema ya” waa,,,, agak sedikit kaget, kita dipersilakan untuk ikut nimbrung di komunitas mereka yang lagi rapat, mereka lumayan banyak ada ceweknya juga, ada yang memakai jilbab satu, lalu kita perkenalan, ada yang namanya, Ardiansya, Eki, Vero dan banyak lupa yang aku inget Cuma itu, lalu kita muali tanya-tanya, anak-anaknya rata-rata yang masih sekolah ada yang SMP,SMA Cuma beberapa yang uda kuliah, mereka orangnya welcome ke kita, orangnya lucu-lucu tidak seperti yang aku bayangin tadi, takutnya mereka risih dan ilfiel melihat kita secara penampilan mereka modis, keren bedah dengan kita yang penampilannya biasa dengan balutan krudung panjang, tetapi menurutku tergantung kitanya, kalau memang berpenampilan biasa kalau sama mereka tetap enjoy dan menyatu sama mereka itu tidak menjadi masalah, oke fine

observasi 20 des,2014 *

Kamis, 13 November 2014

Pegang Sepotong Hatimu


Jangan sampek kena, jaga baik-baik, jangan sampek terluka dan berdarah. Jika terkena goresan sedikit saja, sulit dihilangkan. Kau hanya punya sepotong hati jadi jaga baik-baik, jangan sampek terluka karena obat penawarnya sangat susah sekali. jikapun ada tapi kau akan kembali lagi jika kau kembali lengah. Rawatlah selalu dan siramilah dengan prinsip yang sempurna, jangan biarkan orang menjamanya sedikitpun karena hati kita Cuma satu.

Jika hati kita sudah terlanjur luka maka cepat-cepat lah cari kasa dan pembalut luka, terserah dengan apa saja yang penting tidak menimbulkan luka hati yang lain. Dan hatimu sudah mulai sembuh apabila benda yang membuat hatimu terluka, tapi pada suatu ketika benda itu datang lagi, sungguh menjauhlah dari benda itu. Hati kita ibarat kaca jika retak ia akan tidak bisa kembali kebentuk semula. Jika kau mencarikan plester untuk menyambung hatimu itu bisa saja. Tapi retakan itu tetap ada. Plester yang kamu pakek juga suatu saat akan nglupas maka retakan itu akan kembali mengagah.

Sepotong hati hanya satu kita miliki. Kita tidak bisa mengembalikannya ketika sudah terluka. Tapi paling tidak kau bisa menjaganya kembali. Merawatnya selalu waspada pasang pelindung dengan berbagai arah. Menjadikan hati sekuat baja itu memang tak mudah, tapi dengan usaha dan selalu minta kepada-Nya bukankah itu lebih baik. Yakinlah selalu bahwa ada hati yang indah untuk hati indahmu. Tak perlu kau risau dengan sepotong hati yang terluka karena benda itu. Tuhanmu maha penyayang bukan, tidak akan dibiarkan dirimu berkepanjangan dengan sepotong hati yang luka. Tuhanmu akan memberikan sepotong hati yang baru untukmu.


Jika sepotong hati yang baru itu sudah kau dapat. Pastikan perlindungan dan pengaman yang benar-benar canggih, secanggi apakah itu. Bukankah Tuhanmu telah menyediakan peralatan untukmu. Gunakanlah sebaik-baiknya peralatan untuk melindungi hatimu agar tidak terluka kembali. Jamalah selalu pelindung itu, gunakanlah setiap saat. Dengan selalu mendekati­-Nya selalu setiap saat. Kemarin hatimu mungkin telah jauh darinya dan engkau diberi peringatan bergarga dari-Nya. Sapaan yang indah dari Tuhanmu, sadarilah Dia sangat menyayangimu.


*Review buku "Sepotong Hati yang Baru" TERE LIYE

Senin, 13 Oktober 2014

Sekian Kali Jatuh Cinta
Alin Rosyidah*

Aku tidak bisa menghitung ketika bertemu dengannya, berjuta kali aku bertemu dengannya. Saat pertama bertemu, secara tidak sengaja orang ini sangat menyebalkan, benar kata pepatah tak kenal maka tak sayang. Lalu setiap ketemu selalu menyunggingkan senyuman yang indah, hati terbawa dalam kedamainya yang tak seorangpun dapat mengetahuinya. Juga mengukur berapa suhu yang terkandung kebahagiaan. Mungkin ini sebuah catatan tuhan yang telah digariskan. Jika aku tidak menginjakkan di kota bandung ini aku tidak akan bertemu dengannya. Ya memang semua tidak seindah yang apa pikirkan, tak seindah harapan kita, dulunya aku akan kuliah di jakarta, mungkin aku tidak akan bertemu dengannya, sungguh tuhan mengerti apa yang kita butuhkan?.

Sekarang ini mungkin aku tidak akan terpukau dengan senyumnya yang manis, matanya yang berbinar. Menyebalkan bukan perkara biasa baginya, ya mintak tolong dengan memaksa sehingga orang yang diajak akan ikut bingung dan buruh-buruh, tapi dengan kehadirannya suasana menjadi hidup. ya perlu ku ceritakan aku pertama jatuh cinta padanya ketika kita berdua saling kelaparan dan haus lalu dia mendapati sebuah permen, dengan seketika permen tersebut dibagi dua, dia dan aku dan satu gelas air kita teguk bersama, jatuh cintaku berlanjut ketika dia begitu tangguh menolongku dari segrombolan geng kupu-kupu, aku hampir dipermalukan, aku melihatnya dia pertama marah membuatku takut.

Dengan sedikit menyentuh hatinya, ku merasakan betabah lembutnya, ya tuhan sampai kapan aku bersamanya? Aku ingin selamanya bersamanya. Mungkin aku akan mengis dengan menyengkram baju blakangnya dengan memeluknya. Itu perpisahan yang menyedihkan dari sekian perpisahan, aku tidak bisa melepaskan kepergiannya. Harus menyadari memang dan membesarkan hati memang, “ada pertemuan pasti ada perpisahan”. Merindukannya sangat sakit, kebersamaan masih terbayang di langit-langit, memeluk barang pemberianya dan barang yang perna dipakek sedikit membuatku tenang, paling tidak membayangkan dia ada di sampingku.

Pindah sekolah dengan menurut apa kata ortu itulah yang menjadikan kita jauh, wajah yang cantik dan mata yang indah memberikan sejuta kenangan, satu kata yang selalu aku ingat darinya “penuhilah hati kita dengan perasaan yang positif, karena kata Allah: Aku selalu mengikuti prasangka hambahnya”. Itulah sekian kalinya aku jatuh cinta padanya. Aku tidak perna capek dibuatnya jatuh cinta. Kan selalu ku tangkap cinta darimu, ya cinta karena Allah, cinta karena kau selalu memberikan yang terbaik padaku, hingga aku menjadi hijra. Pertama ia memasangkan jilbab lebar miliknya dan baju gamis berwarna manis itu, sungguh saat itu aku memeluknya dengan bibir bergetar dan air mata bercucuran, ia mengorbankan beberapa jilbab dan baju gamisnya untuk aku pakai, karena aku tidak punya itu. Sungguh Allah memberikan romance yang tiada orang tahu betapa hati ini perasaan, cinta, gembira , rindu yang penuh kasih sayang. Dengan kejahuan kita teknologi Takliful Qulub tetap terhubung dengan selalu melantunkan do’a Rabitho selalu.






Selasa, 16 September 2014

Sindrom Shopping di Kalangan Mahasiswa










Virus ini sanagat akrab dengan masyarakat kapitalisme, penikmat konsumerisme yang ketika hasrat untuk bisa terpenuhi melalui objek-objek konsusmsi lain yang sangat tinggi nilainya, hasrat selalu ada dan selalu muncul dalam diri manusia, tidak akan ada habisnya selalu ingin beruba, selalu ingin beda. 

Meskipun sesuatu yang dimilikinya itu sudah tergolong bernilai tatapi masih saja menginginkan yang lebih seakan hasrat itu tidak akan terpenuhi soedjatmiko mengungkapkan, “manusia tidak hanya ditawari apa yang mereka butuhkan (what they needed) melainkan pula apa yang mereka harapkan (what they desired) ” dengan sekejap, awalnya hanya menjadi keinginanlalu menjadi kebutuhan dan kebutuhan itu hanya kebutuha hasrat saja dengan mengikuti perkembangan zaman rela mengorbankan materi secara berlebihan untuk memenuhi kebutuhan hasrat saja, sehingga mengonsusmsi bermacam-macam produk tanpa memperhatikan daya guna dan manfaat barang tersebut, sehingga yang timbul adalah sampah, seperti halnya fashion yang merupakan kebutuhan wajib di kalangan mahasiswa khususnya para perempuan ketika pergi ke kuliah. 

Mereka akan malu memakai baju yang sama pada hari kemarin,mereka lebih terpandang dengan barang-barang yang bermerek apa yang dimilikinya barang-barang yang dimilinyapun berjumlah sangat banyak dan belebihan seperti halnya dia memiliki sebuah leptop lalu ada model terbaru, seperti tablet dan tablet berbagai merek dan versi semakin cangginya, teknologi semakin membuatnya terlena hasrat terus-terus meningkat untuk memilikinya akhirnya konsumerismepun terjadi dan secara berlebih-lebihan dan memunculkan identitas sosial yang beranggapan dirinya berkelas dan orang yang kaya tetapi tidak memperhatikan kebutuhan. 

Mahasiswa seperti halnya buku yang sangat menunjang pengetahuan belajar mereka. yaitu Objek-objek konsumsi yang terus diproduksi dan membombardir masyarakat seolah tidak pernah memenuhi kebutuhan dan tidak bisa memuaskan hasrat. Yang bermulah dari hasrat kemudian konsumerisme dan menunjukkan identitas sosial.

PECAHKAN MASALAH STERSS

Stress, euy!
Stess kerap kali datang ketika kondisi tubuh mulai turun, dengan banyaknya agenda yang begitu padat dan pekerjaan yang semakin hari semakin numpu, kondisi ini tidak jarang dialami seorang mahasiswa stadium akhir ini, apalagi menjelang UTS tugas dan laporan dari setiap mata kuliah ada itupun di kejar deadline, ketika kita dalam kondisi seperti itu pasti akan drop pastinya untuk itu kita harus memecahkan salah stess itu sendiri dengan cara:

Jaga kesehatan
Dengan banyaknya tugas kita akan lupa kesehatan, apa lagi dengan padatnya kegitan dari pagi sampai sore, usahakan kita sarapan pagi agar konsisi siangnya tetap fres atau kalo tidak sempat sarapan baswa bekal, entah itu roti dan air putih.

Santai.
Kalo sudah di hadapkan dengan banyak tugas kita selalu tergesah-gesah, dan tidak tenang santailah dan selalu berfikir positif tugas itu akan kelar dengan tepat waktu.

Senyum.
Ini sering kali sulit dilakukan ketika kita dalam keadaan stress susah senyum mengeluh, ngegrutu, tersenyumlah karena dengan tersenyum akan menjadi rileks.

Musik penyemangat.
Biar enggak suntuk dan bosan hidupkan musik penyemangat, ketika mengerjakan tugas tetap semangat.

Shopping vs Mahasiswa

Let's go for shopping!
Siapa shi?, yang tidak  suka shoping, shoping sangatlah wajib bagi orang-orang berkantong tebal di dunia mahasiswa khusunya sangat wajib bagi mereka, jangan kira shopingnya pelajar adalah soping kecil-kecilan mereka bisa saja menghabiskan uang satu dompet dalam waktu sekejap bahkan kartu kredit bisa terkuras habis dalam waktu satu hari, shoping adalah hal yang menyenangkan tapi shoping barang-barang yang dibutuhkan atau barang yang lebih bermanfaat lebih baik, hanya seglintir orang yang memikirkan akan hal tersebut, bagi mereka barang-barang yang sifatnya kebutuhan dan pelengkap sulit dibedakan, seperti tas, sepatu, baju itu memang tidak bisa lepas dari yang namanya mahasiswa apa lagi makhluk yang satu ini yaitu perempuan, perempuan mana shi? Yang tidak mau dibilang cantik, modis apa lagi mahasiswa anak kuliahan yang tiap harinya berada di luar.
Mahasiswa harus up date, jadi kalo berpenampilan harus up to date pula, penampilan menjadi modal utama karena, mahasiswa selalu berkumpul dengan orang banyak penampilannya harus modis dan trendi, make up, baju-baju dan accsesoris lainnya ini bagetnya dalam satu bulan mencapai kurang lebih 600 ribu belum lagi katalog yang ada di sekeliling kita ada shopy martin, oreflime, ifa dll masalah shoping mahasiswa tidak perna ketinggalan shoping online, shoping trafeling, hingga untuk shopingpun ke luar kota untuk membeli barang yang mereka inginkan.


Shopingnya mahasiswa itu seharusnya hal-hal yang menunjang akademik, seperti halnya buku mahasiswa harus maniak akan buku karena seorang akademisi harus berwawasan luas, bukan penampin aja yang harus modis dan trendi tapi pemikiran juga. Mahasiswa membeli buku setahun hanya 2 kali saja padahal jika dikalkulasikan setahun 12 bulan kita membeli buku satu satu kali kan itu lebih bergarga darai pada kita habisnkan semuah uang kita untuk shoping dengan hal-hal yang tidak begitu urgen lainnnya.

Kosumerisme K-pop

Fenomena K-Pop
Siapa sih? Yang tidak suka super junior yang disinkat (suju), sayni dll apa shi yang disukai dari k- pop?  Kualitas koreografi dari deans, suara penampilan lagu-lagunya enak didengar, apalagi stailnya ditambah lagi wajah-wajah artisnya ujar cewek yang hobinya selfi itu, dia sejak SMA menyukai musik k-pop, yang dulunya berawal dari musik dangdut setelah sering melihat penampilan suju di tv akhirnya dia lebih tertarik sama k-pop dan sekarang melihat dan mendengarkan k-pop menjadi bagiandari gaya hidupnya.

 K-pop atau korea pop kini seakan memborbardir penikmat musik di indonesia dimanapun, kapapun,  konsumsi mereka sehari-hari, dan bahasan sehari-hari adalah artis-artis korea, layar televisi di hiasai oleh bintang-bintag korea, sangat luar biasa industri musik korea mereka memecahkan rekor terlaris di industri musik dunia yang menyihir orang-orang untuk lebih tertarik terhadap musik k-pop, bukan konsumsi barang secara berlebihan saja melainkan melihat atau menyaksikan dengan berlebihan sampai lupa akan hal yang lain yang begitu penting dan bahkan wajib untuk dilakukan dari siswa-siswa SD, samapai mahasiswa mereka menyukai k-pop, dan ketika ada konser korea mereka berbondong-bondong untuk membeli tiket, yang harga satu tiket saja sama halnya biaya hidup satu bulan, uang itupun hanya meminta pada orang tua, itu bagi yang tinggal di pusat kota khususnya jakarta dan bagi yang tinggal  jauh dari pusat kota mereka semalaman suntuk bergadang untuk melihat di layar kaca dan mengabaikan tugasnya menjadi pelajar.

 Gaya hidup dan fation mereka serupa dengan mereka bahkan mereka rela menghabiskan uangnya untuk membeli produk-produk atau barang-barang yang ala-ala korea. ketika ada model terbaru barang atau produk yang kemarin dengan mahal dengan mudahnya tergeserkan begitu seterusnya, dengan berlebih-lebihanlah mereka melakukannya tanpa melihat aspek utilitas, yang kegunaannya sama sekali tidak ada manfaatnya, padahal mereka lebih membutuhkan fasilitas yang harus menunjang dalam hal pendidikannya.