Senin, 22 Desember 2014


Hanya untuk Skripsweet !!!
Alin Rosyidah*

Ketemu sama komunitas K-Pop yang bernama CNH, itulah sasaran aku sama ema temenku, sebenarnya itu shi penelitiannya ema, tapi aku disuruh nemenin. Kita brangkat abis zduhur janjiannya, hati uda was-was langit tampak gelap, gumpalan-gumpalan awan mulai bersua, alamat hujan akan segerah turun, rintik-rintik hujan mulai terdengar dari atap rumah, aku menyingkap korden di jendelah kamar tetesan-tesan air mulai berjatuhan, hujan turun anak-anak yang mempunyai jemuran pada teriak-teriak dan berlarian mengambil jemurannya, hpku berbunyi sms dari Ema, “lin kayaknya allah tidak mengizinkan aku berangkat sekarang hujan ni”, aku hanya senyum sambil mematikan layar handphon sengaja tidak aku balas memang. Hujan mulai agak redah, antara berangkat dan tidak, akhirnyapun aku berangkat, dengan bekal, uang, air minum dan camera digital. aku sama ema berangkat.
            Angkot yang kami tumpangi segerah melajuh cepat ke pelabuhan, dan langsung beli tiket untuk naik kapal, kita shi agak-agak tidak enak hati, dan resah, dalam fikiranku hemm,,,, semoga baik-baik saja, positif tinking alin!!!.  Aku dan ema berlarian menujuh kapal, kapalnya hapir mau penuh dan akan segerah berangkat. Kita sempat berhayal-hayal ketika sampek di sana, pasti seruh, dan penasaran sama anak-anak k-pop CNH, itung-itung untuk menghilangkan resa dalam hati kita, karena kita sama-sama tidak tau jalan, dan kita saling sepakat kalo ketika tersesat kita akan nanya-nanya orang-orang di sekitar kita, kapal uda mau yandar, saatnya bergegas segerah turun, kita enjoy-enjoy aja berjalan menuju tempat pemberhentian angkot-angkot, termasuk bus.
Aku inget kata pamanku kalau kita tidak tahu jalan, kalau nanya orang jangan sembarangan, harus nanya polisi, kalau tidak ada polisi, kondektur pokoknya orang-orang yang pakai seragam. Akupun sama Ema menghampiri dua bapak-bapak yang sedang teriak, teriak, JMP-JMP!!!!!, lalu aku dan Ema sama-sama nanya, “pak kalau ke Sidoarjo naik apa?” “naik bus ini dek nanti turun JMP lalu naik bus lagi jurusan Sidojarjo,” sambil tersenyum bapaknya mempersilakan, lalu kitapun naik, aku melihat wajah Ema kayaknya dia resah, untuk mencairkan suasana tak ajak ngobrol-ngobrol dan mencoba membahas apa yang kita lakukan, ketika sampek di sana. Kita uda sampai, dan kondektur uda teriak-teriak, "JMP-JMP!!!!! ayo dek uda sampai” kitapun turun, waaaa....., jalanan tampak ramai, mobil, sepeda motor berlalu lalang, Ema nggak berani nyebrang, “lin bentar kita nungguh sepi” sambil menarik-narik tanganku, “iya” “ayo mumpung lampu merah”, dan kondektur bus sedang memperhatikan kita yang tidak berani nyebrang sambil bilang. “dek mau ke mana dek?” “mau ke sidoarjo" kataku. aku melangkakan kaki tapi Ema menarikku
“bentar lin kita mau di jemput” aku urung melangkakan kaki, akhirnyapun aku dan Ema dijemput pak kondektur
“ayo dek naik, nanti tak bawah pulang buat malam mingguan” aku nyenggir dan segerah masuk.bangku-bangku bus masih pada kosong, dan kita segerah duduk di bangku isi tiga, aku cemas
“kita nanti turun mana ma?”
“nggak tau”
“kenapa kita tadi nggak nanya bapaknya diluar”
“ayo nanya”
 “tapi masak keluar lagi”
“yowes nanti aja pas bapaknya mintak ongkos”, bus masih belum segerah berangkat, kayaknya nungguh penumpang penuh, lalu lama-lama penumpang berdatangan, waaa,,,,, udah penuh ni busnya yee,,,, akan segera berangkat , yang awalnya kita berdua disampingku ada bapak-bapak hemmm,,,,, bapaknya lumayan gedeh badanya sampek badanku mendesak tubuhnya Ema ke kaca jendelah, bus berjalan tapi entah kenapa jalannya pelan sekali kayak sepeda motor kecepatan 10, dan dikit-dikit berhenti, hemmm,,,,,,, perasaanku kok enggak enak ya, suaranya busnya aneh, kayak suara diesel rusak, tapi aku berusaha positiftinkig,
“ma ayo coba tanya ke bapak ini”
“ya lin ayo”
Lalu kita saling tanya ke bapak tersebut
“ paka bus ini kira-kira berhenti ke alun-alun SDA g?”
 “emang, mbaknya mau ke mana?”
“ke alun-alun pak” lalu dari belakang ibuk-ibuk nyahut pembicaraan kita
“nanti mbknya turun ke ramayana”
“oh ya buk makasih”, aku masih tidak enak hati aku masih ribut,
“ma ramayana di sidiarjo ada berapa?”
“enggak tau lin” lalu aku cobak nanya-nanya ke bapaknya lagi,
“pak ramayana ada berapa di sidoarjo”
“Mbknya mau ke alun-alun kan @#,,,$%^&*@#$”
“iya pak makasih” lalu aku bisik-bisik
“kita nanti nayak lagi ke bapaknya pas mintak ongkos”
 “iya”
Dan tidak lama kemudian pak kondektur mintak ongkos, “turun mana mbk?” “ramayana pak, pasar larangan” iya akhirnya kita agak legah sedikit, bus masih seperti tadi jalannya pelan-pelan dan muatannya mulai bertambah, sempat aku melihat ada bule sama istrinya yang ikut berdesak-desakan sama penumpang lain, keseimbangan bus mulai tidak karuan, bunyinya menderuh seperti memaki-maki karena keberatan penumpang, aku dan Ema mulai tidak nyaman bau asap, bau keringat bau parfum campur aduk jadi satu, kepalaku mulai pusing dan perut mulai mual-mual. Masih saja penumpang mulai bertambah, hingga jalanya bus terduyun-duyun karena kebanyakan muatan, sontak bus tiba-tiba berhenti seketika, busnya mogok, hujan turun.
Aku masih duduk dan melongok ke samping  jendela, air hujan tampak membasahi jalanan, lalu penumpang depan pada teriak, turun,,, bus kebakarang asap mengepul dari mesim Bus, aku dan Ema panik, pikiranku sudah aneh-aneh, penumpang berlarian turun saling berdesak-desakan, aku pingin nangis, bapak-bapak yang di sampingku tadi nggak bisa keluar sempit dengan postur tubuh yang gedeh aku dan ema meronta-ronta “pak mau keluar pak, cepetan” penumpang yang depan semakin berteriak, aku semakin takut, Ema syok, sampek dadanya sakit dia memegang tanganku erat-erat, aku dan Ema tetap mendesak bapaknya untuk bisa keluar akhirnya, kita berdua keluar.
Bus mogok tepat di jalan tol yang jauh dari rumah-rumah dan samping-samping jalan tampak pohon-pohon dan semak belukar yang lebat, aku dan Ema takut.
“lin gimana kita?”
 “enggak tau ma”
 “dadaku sakit lin”
 “gak papa ma” aku mencoba menenagkan Ema, para penumpang lain sudah, ngomel-ngomel dan sebagian lain mencoba cari pertolongan, lalu berhentilah sebuah mobil TNI, para penumpang berlarian menujuh mobil TNI tersebut, semuah penumpang berdesak-desakan “yang cewek dan anak-anak dulu” teraikan para ibuk-ibuk, lalu aku dan Ema berhasil naik ke mobil TNI dengan di tarik ema sambil desak-desakan dan tersangkut tas orang.
Aku dan Ema tidak dapat tempat duduk akhirnya berdiri, tepat dibelakangnya kepala mobil sambil pegangan, besi-besi yang berkarat menempel di sekitar mobil, sambil terombang ambing menjaga keseimbangan, aku dan Ema saling berpegangan, kita hampir jatuh tiap kali mobil mendadak ngerem. “ini semua demi skripsi, hujan-hujan lari-larian, semuah hanya untuk skripsi aku yakin akan menuwai dari semua ini, Allah maha adil dari apa yang kita lakukan, Allah melihat proses bukan hasil”.
Perjalanan nampaknya sangat jauh, dalam hati meleguh, kapan sampeknya, yang aku lihat hanya pohon-pohon dari jendela mobil yang separuh ditutupin kain tebal untuk melindungi dari hujan dan panas. Setelah lama menungguh akhirnya sampai juga, aku dan Ema sempat bingung, kita turun apa tidak, nanya orang-orang disekitar jawabannya beda-beda ada yang turun sini ada yang turun situ. Dan kitpun turun di ramayana.
Aku dan ema masih nanya-nanya kepada orang-orang disekitar, kita naik oplet warna kuning dan turun di pasar larangan, setelah itu kita naik becak, betapa kasihannya tukang becak itu, terlihat sangat tua agak sedikit tidak tega jika aku dan ema naik, secara ema dan aku berbadan besar, akhirnya kita turun di masjid agung sidoarjo. Mata kita disambut oleh megahnya bangunan masjid dengan halaman luas, hijau rerumputan dan pohon-pohon menghiasi halaman masjid, sejuk dan indah. Kita melihat segerombolan cewek-cewek, yang lagi ngobrol, aku curiga mereka komunitas k pop, “ma jangan-jangan mereka CNH” “ema hanya senyum”. “Alhamdulillah kita menunaikan sholat asyar, ma’afkan kita ya Allah kita agak telat sholat gara-gara bus mogok”, selesai sholad asyar kita langsung menungguh magrib sekalian, lantunan ayat-ayat al-qur’an begitu indah. Sejuk rasanya diruar-ruar persendian selama berjam-jam berdiri di mobil. Hujan nampaknya turun lagi tambah deras, lalu aku dan ema  mencoba mengubungi co CNH kita harus kemana sedangkan hujan semakin deras, kami menungguh di serambih depan masjid, sambil menyaksikan orang-orang berlalu lalang keluar masuk masjid.
Akhirnyapun kita menuju alun-alun SDA, tepatnya di pendopoh, aku dan ema agak grogi, ketemu sama komunitas tersebut, aku lihat di pelataran pendopoh nampak bergerombol-gerombol, banyak komunitas yang sedang berkumpul, lalu aku sama Ema akhirnya hanya duduk di tangga-tangga.
Tiba-tiba ada yang menghampiri kita, dengan suara tegas “ini mbk ema ya” waa,,,, agak sedikit kaget, kita dipersilakan untuk ikut nimbrung di komunitas mereka yang lagi rapat, mereka lumayan banyak ada ceweknya juga, ada yang memakai jilbab satu, lalu kita perkenalan, ada yang namanya, Ardiansya, Eki, Vero dan banyak lupa yang aku inget Cuma itu, lalu kita muali tanya-tanya, anak-anaknya rata-rata yang masih sekolah ada yang SMP,SMA Cuma beberapa yang uda kuliah, mereka orangnya welcome ke kita, orangnya lucu-lucu tidak seperti yang aku bayangin tadi, takutnya mereka risih dan ilfiel melihat kita secara penampilan mereka modis, keren bedah dengan kita yang penampilannya biasa dengan balutan krudung panjang, tetapi menurutku tergantung kitanya, kalau memang berpenampilan biasa kalau sama mereka tetap enjoy dan menyatu sama mereka itu tidak menjadi masalah, oke fine

observasi 20 des,2014 *