Selasa, 16 September 2014

Shopping vs Mahasiswa

Let's go for shopping!
Siapa shi?, yang tidak  suka shoping, shoping sangatlah wajib bagi orang-orang berkantong tebal di dunia mahasiswa khusunya sangat wajib bagi mereka, jangan kira shopingnya pelajar adalah soping kecil-kecilan mereka bisa saja menghabiskan uang satu dompet dalam waktu sekejap bahkan kartu kredit bisa terkuras habis dalam waktu satu hari, shoping adalah hal yang menyenangkan tapi shoping barang-barang yang dibutuhkan atau barang yang lebih bermanfaat lebih baik, hanya seglintir orang yang memikirkan akan hal tersebut, bagi mereka barang-barang yang sifatnya kebutuhan dan pelengkap sulit dibedakan, seperti tas, sepatu, baju itu memang tidak bisa lepas dari yang namanya mahasiswa apa lagi makhluk yang satu ini yaitu perempuan, perempuan mana shi? Yang tidak mau dibilang cantik, modis apa lagi mahasiswa anak kuliahan yang tiap harinya berada di luar.
Mahasiswa harus up date, jadi kalo berpenampilan harus up to date pula, penampilan menjadi modal utama karena, mahasiswa selalu berkumpul dengan orang banyak penampilannya harus modis dan trendi, make up, baju-baju dan accsesoris lainnya ini bagetnya dalam satu bulan mencapai kurang lebih 600 ribu belum lagi katalog yang ada di sekeliling kita ada shopy martin, oreflime, ifa dll masalah shoping mahasiswa tidak perna ketinggalan shoping online, shoping trafeling, hingga untuk shopingpun ke luar kota untuk membeli barang yang mereka inginkan.


Shopingnya mahasiswa itu seharusnya hal-hal yang menunjang akademik, seperti halnya buku mahasiswa harus maniak akan buku karena seorang akademisi harus berwawasan luas, bukan penampin aja yang harus modis dan trendi tapi pemikiran juga. Mahasiswa membeli buku setahun hanya 2 kali saja padahal jika dikalkulasikan setahun 12 bulan kita membeli buku satu satu kali kan itu lebih bergarga darai pada kita habisnkan semuah uang kita untuk shoping dengan hal-hal yang tidak begitu urgen lainnnya.

0 komentar:

Posting Komentar