Minggu, 24 Agustus 2014

melepas sesuatu yang indah





Melepaskan keindahan



Mungkin ini bagi kita semua sulit dilakukan, siapa shi? Yang mau melepaskan sesuatu yang indah sekarang, memang sesuatu yang indah itu sulit di lupakan. Tapi  tahukah kamu sesuatu yang indah itu amatlah berbahaya untuk dirimu sendiri, hiiii,,,,,, baru denger juga, sesuatu yang indah kok berbaya? Bukanya sesuatu yang indah itu menyenangkan dan banyak manfaatnya untuk kita apalagi untuk hati kita itu membuat tiap harinya memancarkan semerbak bunga, bahkan tanpa sadar orang tersebut akan tersenyum manis dan indah tanpa sebab.

Apa shi yang indah itu? Kalian pasti penasaran kan? Apa itu sesuatu yang indah, gampang kok jawabanya pasti kalian tahu dan ini sangat suka sekali di bahas oleh anak mudah apalagi mahkluk yang satu ini yaitu perempuan jika ia membahas masalah ini ia akan tersiou malu dan memancarkan aurah indah sehingga menimbulkan pipinya berubah kemerah-merahan, super sekali bukan?. Ayo kalian pasti tahu hal ini, ya langsung saja, sesuatu yang indah tadi adalah perasaan cinta keseseorang, tahu enggak shi? cinta itu bentuknya kayak apa? Seluruh orang diseluruh dunia enggak ada yang tahu bentuk rasa cinta itu seperti apa, cinta tidak bisa dilihat tapi bisa di rasakan, ada yang tahu rasanya seperti apa?, bagi yang belum merasakan cinta tungguh aja ya waktunya tiba.

cinta banyak disalah artikan oleh orang kebanyakan, yang kita lihat sekarang cinta itu bahaya, menjerumuskan kita kepada hal-hal yang merugikan, tapi sebenarnya tidak, itu yang salah orangnya bukan cintanya lho. cinta itu fitrah, cinta itu anugra dari Allah so! kita harus menjaganya baik-baik, rawat cintamu sedini mungkin jangan sampek jatuh pada orang yang salah, yang justruh membuat kita jauh dari Allah.

Semakin dekatlah padanya, tahu kan ketika kita dekat sama seseorang pasti nyaman, ketika kita dalam kesulitan minta tolong, pasti ditolong kan. jangan jadikan Ia nomer dua, jangan bikin Ia cemburuh.



Nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan(QS:18:18)


Selasa, 17 Juni 2014

OPERA TUHAN







Perkataan itu selalu terucap meski tak perna kulakuakan, selalu terucap ya, kapan lagi aku tidak mengerti opera tuhan selanjutnya itu seperti apa? Perkataan itu berulang-ulang terucap meski sering menghilang difikiranku dan musna oleh berjalannya waktu tapi, itu menjadi catatan tuhan yang tidak seorangpun dapat menghapusnya. Cahaya yang indah harus dijemput dengan keanggunan, jiwa yang indah tergambar oleh sorot mata an senyuman yang tulus, tapi mulai dari mana aku menjemputnya?, kau harus melalui duri-duri yang tajam, kau harus melewati onak.

Harapan itu selalu ada tapi begitu rapu untuk melawannya, sesekali hilang dengan sandaran do’a yang selalu kupanjatkan, mulai lagi aku merasa tuhanku sangat pencemburuh tidak mau untuk dilupakan, aku akui sangat sering melupakannya, ketika ada sesuatu aku kembali kepadanya tapi dengan  tangan terbuka lebar tetep saja menerimanya. 

Untuk sekarang cukup engakau lah bagiku, aku ingin mencintaiMu sedalam-dalamnya, karena cintaMu tidak mebuat aku sakit, karena cintaMu tidak membuat aku lelah, cintaMu sangat indah, meski jiwaku rapu tapi tatapan indah kau hadirkan, sapaan indah kau samapikan, belaian kau berikan. Ingatkan aku selalu dengan keindahan yang kau berikan meski air mata ini memeh dan mercucurannya airmata membanjiri mata yang menangis karena penyesalan.

AL-AYYUBI



Setumpuk Buku Mempesona


Setumpuk Buku Mempesona

Mata ini selalu berjelajah di antar tatahan huruf-huruf kecil itu, enggan bola mata menelusuri barisan huruf yang merangkai kata itu, seakan membawa pesaranku padamu ya, aku mencintaimu, tapi aku takut kau tidak mencintaiku, untuk itu aku menaruh rasa ini di dasar hati ini sehingga tak seorangpun tau kecuali aku dan tuhan, aku terlalu cemburuh jika orang menyebut namamu atau membicarakanmu walaupun sebentar, mungkin jika nanti aku tak bisa denganmu itu merupakan opera tuhan yang terbaik, tapi aku tetep manaruhmu di dasar hatiku menjadikan sahabat terindah yang perna aku alami bersamamu, aku tidak akan menceritakkanmu ke pada kekasih halalku nanti, aku takut ia akan marah dan cemburuh  padamu karena kau yang pertama mengajari aku cinta dan aku berikkan sebagian hatiku padamu.
            
        Buku-buku itu sering kali ku tatap jika aku merindukannmu, aku takut dengan rasa rindu ini, sang pemilik rindu tahu, tapi hati ini tidak bisa di bohongi oleh rasa rindu sang maha rindu tetap saja melihat dan mengetahuinya, sering kali aku berpaling dari itu tapi dia selalu hadir. Akankah sang maha rindu cemburuh tentang hal ini, itu yang membuatku gelisah tiap kali fikiranku bersua-sua akan namamu dan percakapan kita. Dengan melihat cover buku yang berjajar di lemari tangan ini menggerakkan untuk mengambilnya dan memeluknya erat-erat meski aku tak tau kau memikirkan apa yang aku pikirkan saat ini.
             
    Aku ingin melepaskan setumpuk buku itu tapi hati ini meronta-ronta menolak, sang penggengam hati apakah ini yang dinamakan cinta tulus? Meski di luar sana banyak mahkluk-mahkhluk cantik yang menggoda bak bidadari bermata jeli, sesekali hati ini tertarik dengan yang lebih indah tapi, tetap saja teringat dengan setumpuk buku itu, yang selalu berjalan takjub di antara hati dan fikiranku, selalu menari-nari striptis di lubuk hatiku. Ku percaya pada sang pemegang hati jikalau dia tercipta untukku enggan arah melintang pasti uluran tanganya pasti dekat di depan mata, bak kisa adam dan hawa yang selalu mencari meski seluruh dunia terkoyahkan, meski air mata habis terkuras dan hari ini dirundung dengan kejenuhan dengan kekuatan cinta, kepada sang pengengam hati akan di persatukan.
             
        Setumpuk buku yang ku sayang apakah kau merasakannya? Jika ya, kau adalah cinta sejatiku, jika tidak kau cinta indah yang tuhan besitkan dalam hati. Tapi hati ini ada harapan untuk memilihkimu, karena aku mencintaimu bukan kau cantik, bukan kau baik, tapi dengan kecantikan hatimu akan memancarkan keindahan yang syahdu, aku yakin akan meruntuhkan segalah keburukkan yang ada di hatiku, aku tahu bukan kan sang pemilik cinta sudah berjanji, belahan jiwamu seindah jiwamu itu membuatku agak sedikit minder, tapi aku berusaha berbena diri meski aku sering kali khilaf dengan dosa-dosa.

alin rosyidah 14-juli 2014
           



Kamis, 24 April 2014

CITRA LAND DAN KEBUDAYAAN DUNIA POST-MODERN










 




Citra Land adalah sebuah perumahan kawasan elit di Surabaya, berlokasi di kawasan lidah dekat kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Citra Land dikenal sebagai Singapornya Surabaya. Enterior rumah-rumah serba modern dengan arsitektur dan model masa kini. 




Deretan gedung menjulang tinggi, taman indah dengan hiasan air mancur menghiasi setiap sudut.Tak ketinggalan pula tanaman hiasan berupa pohon-pohon indah semakin membuat pemandangan citra land begitu elok dan enak dipandang. Sebagai bagian dari perumahan metropolitan, citra land memiliki kelengakapan fasilitas. Mulai dari tempat belanja, ekonomi, hiburan, permainan, hingga lokasi strategis untuk berolahraga atau sekedar refreshing sekalipun.

Sehingga tak heran manakala disekitarnya mudah kita temui deretan gedung mewah yang menyediakan aneka kebutuhan dengan berbagai model dan pelayanan yang amat menarik dan beragam. Ditempat inilah kebutuhan mereka terpenuhi tanpa harus keluar kota atau berjalan jauh. 
Selain dikenal sebagai perumahan yang bersahabat dengan alam, citra land juga dikenal sebagai perumahan yang memiliki jaminan keselamatan dan perlindungan. 

Demikian karena disetiap masing-masing rumah terdapat satpam khusus yang bertugas sebagai security pengaman sekaligus penjaga. Berbeda dengan perumahan lain pada umumnya, citra land memiliki kenunggulan dan keistimewaan yang tidak ada diperumahan lain. Dalam hal penataan ruang, citra land ditata dengan gaya designe unik namun sangat rapi dan teratur sehingga tidak mengganggu terhadap kenyamanan penghuni setempat. Lokas citra land yang jauh dari hangar-bingar perkotaan (transportasi misal) semakin menambah ketenangan penduduk setempat. Sehingga tak heran manakala banyak orang mengatakan, citra land adalah tempat strategis bagi mereka yang ingin memperleh ketenangan dan menyamanan. 

Pola interaksi masyarakat disekitar perumahan citra land bisa dikatakan lebih dekat pada hubungan personal. Solidaritas antar masing-masng tentangga boleh dibilang sangat rendah. Maklum saja, citra land merupakan bagian perumahan kota metropolitan yang dihuni oleh masyarakat yang memiliki latar ekonomi menengah keatas. Sehingga tak heran manakalah dalam lingkup pergaulan dan interaksinya masyarakat setempat lebih cenderung mengedapankan sikap individual ketimbang kebersamaan. Sederhanyan, hubungan sosial masyarakt sekitar bisa diistilah dalam bentuk idiom, urusanmu urusanmu, urusuanku ya urusanku. Sedikit banyak seperti inilah gambaran pola interaksi yang ada disekitar sana. Citra Land Dan Dunia Hiperrealitas Sebagai bentuk budaya dunia baru, citra land memiliki keunikan tersendiri yang tidak ada di dunia-dunia sebelumnya, khususnya dunia tradisional yang dalam realitasnya dipenuhi oleh berbagai macam produk budaya, adat, dan kebiasaan yang muncul dari kolektivitas masyarakat. 

Dalam kajian sosiologi postmodern, citra land dikenal sebagai dunia simulasi yang dipenuhi oleh berbagai tanda dan simbol. Maksud tanda disini adalah bagaimana kehidupan di dunia citra land memberi arti tersendiri bagi status sosial penduduk setempat. Dengan artian citra land sebagai perumahan mewah, megah dan indah memberi simbol tersendiri atas status sosial seorang. Sehingga dapat dikatakan mereka yang tinggal di citra land sana secara tidak langsung dikenal sebagai kaum elit. Atau paling tidak disebut kaum berduit yang memiliki latar belakang hidup serba kecukupan. Dalam dunia postmodern, citra land dapat pula dikatakan sebagai dunia hiperrealitas. Hiperrealitas adalah satu bentuk kebudayaan yang digerakkan oleh citra, tanda, dan simbol. Dunia penuh simulasi yang dibangun berdasarkan kecanggihan teknologi dan bentuk arsitektur unik dan beragam. Medhy Aginta Hidayat dalam bukunya, “Simulasi, Simulacra dan Hiperrealitas” sebagaimana dikutip dari pernyataan Jean Budillard, teoritisi ulung post modern kebangsaan Prancis menyebutkan, bahwa salah satu ciri produk pembangunan hiperrealitas dunia postmodern adalah lebih kecenderungan penggunaan estetika sebagai model pembangunan yang muncul dalam beragam bentuk, hingga yang terunik dan aneh sekalipun . 

Hiperrealitas tumbuh dengan sempurna menunjukkan hadirnya dunia postmodern. Diawali oleh munculnya nilai estetika ketimbang etika yang tampak dengan bentuk seni bangunan terlampau banyak dan beragam. Rumah megah menjulang tinggih berserta hiasan ornamen-ornamen berbau kerajaan, mencerminkan nilai seni yang amat indah . Budaya hiperrealitas yang digerakkan oleh tanda dan simbol sangat nampak sekali ditempat ini. misal: mobil tidak cukup satu, garasi terbentang luas berisikan berbagai merek mobil. Itu menunjukkan betapa kehidupan mereka tidak lagi berdasarkan kebutuhan, melainkan hasrat dan keinginan. Konsumerisme sebagai salah satu ciri khas masyarakat postmodern juga nampak jelas kita lihati. Demikian ditandai dengan hadirnya beragam pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. Seperti halnya Mall, super markat, mini market, hypermart, pusat kebugaran, rumah kecantikan dan lain sebagainya. 

Citra Land Sebagai Dunia Tanda An Simbol Dalam dunia postmodern, kebudayaan dialamnya sarat dengan muatan tanda dan simbol. Status sosial, prestise, ekspresi gaya dan gaya hidup, kemewahan dan kehormatan adalah motif utama aktivitas pendorong masyarakat postmodern (Citra Land). Pergeseran nilai yang terjadi seiring dengan perubahan karakter masyarakat postmodern (Citra Land). Inilah yang kemudian menarik oleh Budillard disebut sebagai cikal bakal mementuknya dunia hiperrealitas sebagai ciri khas kebudayaan masyarakat postmodern (Citra Land). 

Dalam dunia postmodern (Citra Land) penampakan tanda menjadi prinsip utama realitas. Dengan latar belakang demikian, Baudrillard menyatakan bahwa nilai-guna dan nilai-tukar sebagai penopang utama komoditas masyarakat modern dengan sendirinya kini telah digantikan oleh nilai tanda da nilai simbol. Komoditi, di era masyarakat posmodern (Citra Land), kini tak lebih dari permainan tanda-tanda. Demikian ditandai dengan berdirinya berbagai simulasi bangunan serta gaya hidup yang lebih menekankan pada kemewahan, keinginan, hasrat ketimbang kebutuhan. Komoditi diperjualbelikan dan dikonsumsi bukan karena nilai menfaat dan nilai guna yang tersembunyi didalamnya, melainkan karena makna yang ditanamkan di dalamnya, yang berpa tanda dan simbol . 

Citra Land Dan Simulasi Jika anda mendatangi perumahan Citra Land, maka disana anda akan menemukan berbagai keunikan yang sebelumnya tidak ditumui diperumahan-perumahan lain diluar citra land. Berbagai simulasi bangunan yang bercorakkan arsitektur dan interior kelas dunia indah menggoda menarik perhatian. Rumah, tanaman, halaman, kolam, mall, salon kecantikan, tempat permainan, semuanya tersedia disatu kompleks yang mudah dijangkau. 

Bahkan menariknya, di citra land juga terdapat monumen-monumen negara-negara besar bisa kita temui. Misal patung 'Fountain of Wealth', Di sinilah berdirinya ikan Singapura yang bisa kita tamukan di Citra Land Surabaya, patung besar berwarna putih, dengan kepala Singa, berbadan ikan, air mancur keluar dari dalam bagian mulutnya. Apa yang dilihati dari kebudayaan disekitar perumahan Citra Land merupakan satu bentuk kebudayaan post modern, dalam bahasa jean budillard pemandangan demikian dikenal dengan sebutan dunia simulasi. Dunia simulas adalah satu dunia yang dibangun diatas hiperrealitas. Dibentuk berdasarkan citra, bukan fakta. 

Dalam hal ini dunia simulasi bukan lagi berupa fakta dalam arti sebenarnya, melainkan berupa dunia artifisial yang dibentuk oleh tanda, simbol, dan citra . Arti fisial dalam pandangan Jean Budillard adalah satu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu citra sosial yang dijadikan realitas baru. Citra biasanya muncul dari dunia semu, lumrahnya muncul dari media dan seni arsitektur yang kemudian dijadikan model atau gaya hidup. Inilah ciri khas dunia simulasi yang ada di perumahan Citra Land. Sebuah budaya baru, berupa simulasi dan citraan namun mampu mendudukkan diri sebagai realitas (semu) baru.