Kamis, 24 April 2014

CITRA LAND DAN KEBUDAYAAN DUNIA POST-MODERN










 




Citra Land adalah sebuah perumahan kawasan elit di Surabaya, berlokasi di kawasan lidah dekat kampus Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Citra Land dikenal sebagai Singapornya Surabaya. Enterior rumah-rumah serba modern dengan arsitektur dan model masa kini. 




Deretan gedung menjulang tinggi, taman indah dengan hiasan air mancur menghiasi setiap sudut.Tak ketinggalan pula tanaman hiasan berupa pohon-pohon indah semakin membuat pemandangan citra land begitu elok dan enak dipandang. Sebagai bagian dari perumahan metropolitan, citra land memiliki kelengakapan fasilitas. Mulai dari tempat belanja, ekonomi, hiburan, permainan, hingga lokasi strategis untuk berolahraga atau sekedar refreshing sekalipun.

Sehingga tak heran manakala disekitarnya mudah kita temui deretan gedung mewah yang menyediakan aneka kebutuhan dengan berbagai model dan pelayanan yang amat menarik dan beragam. Ditempat inilah kebutuhan mereka terpenuhi tanpa harus keluar kota atau berjalan jauh. 
Selain dikenal sebagai perumahan yang bersahabat dengan alam, citra land juga dikenal sebagai perumahan yang memiliki jaminan keselamatan dan perlindungan. 

Demikian karena disetiap masing-masing rumah terdapat satpam khusus yang bertugas sebagai security pengaman sekaligus penjaga. Berbeda dengan perumahan lain pada umumnya, citra land memiliki kenunggulan dan keistimewaan yang tidak ada diperumahan lain. Dalam hal penataan ruang, citra land ditata dengan gaya designe unik namun sangat rapi dan teratur sehingga tidak mengganggu terhadap kenyamanan penghuni setempat. Lokas citra land yang jauh dari hangar-bingar perkotaan (transportasi misal) semakin menambah ketenangan penduduk setempat. Sehingga tak heran manakala banyak orang mengatakan, citra land adalah tempat strategis bagi mereka yang ingin memperleh ketenangan dan menyamanan. 

Pola interaksi masyarakat disekitar perumahan citra land bisa dikatakan lebih dekat pada hubungan personal. Solidaritas antar masing-masng tentangga boleh dibilang sangat rendah. Maklum saja, citra land merupakan bagian perumahan kota metropolitan yang dihuni oleh masyarakat yang memiliki latar ekonomi menengah keatas. Sehingga tak heran manakalah dalam lingkup pergaulan dan interaksinya masyarakat setempat lebih cenderung mengedapankan sikap individual ketimbang kebersamaan. Sederhanyan, hubungan sosial masyarakt sekitar bisa diistilah dalam bentuk idiom, urusanmu urusanmu, urusuanku ya urusanku. Sedikit banyak seperti inilah gambaran pola interaksi yang ada disekitar sana. Citra Land Dan Dunia Hiperrealitas Sebagai bentuk budaya dunia baru, citra land memiliki keunikan tersendiri yang tidak ada di dunia-dunia sebelumnya, khususnya dunia tradisional yang dalam realitasnya dipenuhi oleh berbagai macam produk budaya, adat, dan kebiasaan yang muncul dari kolektivitas masyarakat. 

Dalam kajian sosiologi postmodern, citra land dikenal sebagai dunia simulasi yang dipenuhi oleh berbagai tanda dan simbol. Maksud tanda disini adalah bagaimana kehidupan di dunia citra land memberi arti tersendiri bagi status sosial penduduk setempat. Dengan artian citra land sebagai perumahan mewah, megah dan indah memberi simbol tersendiri atas status sosial seorang. Sehingga dapat dikatakan mereka yang tinggal di citra land sana secara tidak langsung dikenal sebagai kaum elit. Atau paling tidak disebut kaum berduit yang memiliki latar belakang hidup serba kecukupan. Dalam dunia postmodern, citra land dapat pula dikatakan sebagai dunia hiperrealitas. Hiperrealitas adalah satu bentuk kebudayaan yang digerakkan oleh citra, tanda, dan simbol. Dunia penuh simulasi yang dibangun berdasarkan kecanggihan teknologi dan bentuk arsitektur unik dan beragam. Medhy Aginta Hidayat dalam bukunya, “Simulasi, Simulacra dan Hiperrealitas” sebagaimana dikutip dari pernyataan Jean Budillard, teoritisi ulung post modern kebangsaan Prancis menyebutkan, bahwa salah satu ciri produk pembangunan hiperrealitas dunia postmodern adalah lebih kecenderungan penggunaan estetika sebagai model pembangunan yang muncul dalam beragam bentuk, hingga yang terunik dan aneh sekalipun . 

Hiperrealitas tumbuh dengan sempurna menunjukkan hadirnya dunia postmodern. Diawali oleh munculnya nilai estetika ketimbang etika yang tampak dengan bentuk seni bangunan terlampau banyak dan beragam. Rumah megah menjulang tinggih berserta hiasan ornamen-ornamen berbau kerajaan, mencerminkan nilai seni yang amat indah . Budaya hiperrealitas yang digerakkan oleh tanda dan simbol sangat nampak sekali ditempat ini. misal: mobil tidak cukup satu, garasi terbentang luas berisikan berbagai merek mobil. Itu menunjukkan betapa kehidupan mereka tidak lagi berdasarkan kebutuhan, melainkan hasrat dan keinginan. Konsumerisme sebagai salah satu ciri khas masyarakat postmodern juga nampak jelas kita lihati. Demikian ditandai dengan hadirnya beragam pusat perbelanjaan dan tempat hiburan. Seperti halnya Mall, super markat, mini market, hypermart, pusat kebugaran, rumah kecantikan dan lain sebagainya. 

Citra Land Sebagai Dunia Tanda An Simbol Dalam dunia postmodern, kebudayaan dialamnya sarat dengan muatan tanda dan simbol. Status sosial, prestise, ekspresi gaya dan gaya hidup, kemewahan dan kehormatan adalah motif utama aktivitas pendorong masyarakat postmodern (Citra Land). Pergeseran nilai yang terjadi seiring dengan perubahan karakter masyarakat postmodern (Citra Land). Inilah yang kemudian menarik oleh Budillard disebut sebagai cikal bakal mementuknya dunia hiperrealitas sebagai ciri khas kebudayaan masyarakat postmodern (Citra Land). 

Dalam dunia postmodern (Citra Land) penampakan tanda menjadi prinsip utama realitas. Dengan latar belakang demikian, Baudrillard menyatakan bahwa nilai-guna dan nilai-tukar sebagai penopang utama komoditas masyarakat modern dengan sendirinya kini telah digantikan oleh nilai tanda da nilai simbol. Komoditi, di era masyarakat posmodern (Citra Land), kini tak lebih dari permainan tanda-tanda. Demikian ditandai dengan berdirinya berbagai simulasi bangunan serta gaya hidup yang lebih menekankan pada kemewahan, keinginan, hasrat ketimbang kebutuhan. Komoditi diperjualbelikan dan dikonsumsi bukan karena nilai menfaat dan nilai guna yang tersembunyi didalamnya, melainkan karena makna yang ditanamkan di dalamnya, yang berpa tanda dan simbol . 

Citra Land Dan Simulasi Jika anda mendatangi perumahan Citra Land, maka disana anda akan menemukan berbagai keunikan yang sebelumnya tidak ditumui diperumahan-perumahan lain diluar citra land. Berbagai simulasi bangunan yang bercorakkan arsitektur dan interior kelas dunia indah menggoda menarik perhatian. Rumah, tanaman, halaman, kolam, mall, salon kecantikan, tempat permainan, semuanya tersedia disatu kompleks yang mudah dijangkau. 

Bahkan menariknya, di citra land juga terdapat monumen-monumen negara-negara besar bisa kita temui. Misal patung 'Fountain of Wealth', Di sinilah berdirinya ikan Singapura yang bisa kita tamukan di Citra Land Surabaya, patung besar berwarna putih, dengan kepala Singa, berbadan ikan, air mancur keluar dari dalam bagian mulutnya. Apa yang dilihati dari kebudayaan disekitar perumahan Citra Land merupakan satu bentuk kebudayaan post modern, dalam bahasa jean budillard pemandangan demikian dikenal dengan sebutan dunia simulasi. Dunia simulas adalah satu dunia yang dibangun diatas hiperrealitas. Dibentuk berdasarkan citra, bukan fakta. 

Dalam hal ini dunia simulasi bukan lagi berupa fakta dalam arti sebenarnya, melainkan berupa dunia artifisial yang dibentuk oleh tanda, simbol, dan citra . Arti fisial dalam pandangan Jean Budillard adalah satu istilah yang digunakan untuk menyebut suatu citra sosial yang dijadikan realitas baru. Citra biasanya muncul dari dunia semu, lumrahnya muncul dari media dan seni arsitektur yang kemudian dijadikan model atau gaya hidup. Inilah ciri khas dunia simulasi yang ada di perumahan Citra Land. Sebuah budaya baru, berupa simulasi dan citraan namun mampu mendudukkan diri sebagai realitas (semu) baru.





 

0 komentar:

Posting Komentar