Perkataan itu selalu terucap
meski tak perna kulakuakan, selalu terucap ya, kapan lagi aku tidak mengerti
opera tuhan selanjutnya itu seperti apa? Perkataan itu berulang-ulang terucap
meski sering menghilang difikiranku dan musna oleh berjalannya waktu tapi, itu
menjadi catatan tuhan yang tidak seorangpun dapat menghapusnya. Cahaya yang
indah harus dijemput dengan keanggunan, jiwa yang indah tergambar oleh sorot
mata an senyuman yang tulus, tapi mulai dari mana aku menjemputnya?, kau harus
melalui duri-duri yang tajam, kau harus melewati onak.
Harapan itu selalu ada tapi
begitu rapu untuk melawannya, sesekali hilang dengan sandaran do’a yang selalu
kupanjatkan, mulai lagi aku merasa tuhanku sangat pencemburuh tidak mau untuk
dilupakan, aku akui sangat sering melupakannya, ketika ada sesuatu aku kembali
kepadanya tapi dengan tangan terbuka lebar
tetep saja menerimanya.
Untuk sekarang cukup engakau lah bagiku, aku ingin
mencintaiMu sedalam-dalamnya, karena cintaMu tidak mebuat aku sakit, karena
cintaMu tidak membuat aku lelah, cintaMu sangat indah, meski jiwaku rapu tapi tatapan
indah kau hadirkan, sapaan indah kau samapikan, belaian kau berikan. Ingatkan
aku selalu dengan keindahan yang kau berikan meski air mata ini memeh dan
mercucurannya airmata membanjiri mata yang menangis karena penyesalan.
AL-AYYUBI

0 komentar:
Posting Komentar